<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.3-2.2.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Keynote Speaker Indonesia</title>
	<link>http://keynotespeaker-indonesia.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 03:15:00 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.3-2.2.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Pelatihan Professional Writing</title>
		<link>http://keynotespeaker-indonesia.com/blog/pelatihan-effective-professional-writing/</link>
		<comments>http://keynotespeaker-indonesia.com/blog/pelatihan-effective-professional-writing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 16:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[pelatihan penulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keynotespeaker-indonesia.com/blog/2008/01/24/pelatihan-effective-professional-writing/</guid>
		<description><![CDATA[Tim Keynote Speaker:
1. Bambang Trim, Ketua Forum Editor Indonesia
2. Hernowo, CEO Mizan Learning Center
3. Elvinaro Ardianto, Direktur HaQiQi Public Relations
4. Rana Akbari Fitriawan, Penulis dan Jurnalis
Hotel Grand Preanger - Bandung, 18 - 19 Maret 2010
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-
Bapak/Ibu Yth,
Kemampuan menulis dengan baik -writes well- merupakan keahlian sangat penting bagi karyawan dan profesional.
Banyak tugas menuntut kemampuan ini. Menulis surat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tim Keynote Speaker:</em><br />
1. Bambang Trim, Ketua Forum Editor Indonesia<br />
2. Hernowo, CEO Mizan Learning Center<br />
3. Elvinaro Ardianto, Direktur HaQiQi Public Relations<br />
4. Rana Akbari Fitriawan, Penulis dan Jurnalis<br />
Hotel Grand Preanger - Bandung, 18 - 19 Maret 2010<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Bapak/Ibu Yth,</p>
<p>Kemampuan menulis dengan baik -<em>writes well</em>- merupakan keahlian sangat penting bagi karyawan dan profesional.</p>
<p>Banyak tugas menuntut kemampuan ini. Menulis surat, laporan, proposal, rencana kerja, notulensi pertemuan, buku panduan, artikel, press release, newsletter, brosur, makalah, <em>research memo, judicial review</em> dan publikasi adalah sebagian dari kegiatan-kegiatan rutin pekerjaan.</p>
<p>Selain itu dengan menulis pula seseorang dapat mengembangkan kemampuan berpikir dinamis kreatif, kemampuan analisa &amp; sintesa dan kemampuan membedakan berbagai hal secara akurat dan valid.</p>
<p>Akan tetapi sayangnya, kemampuan ini agak jarang ditingkatkan. Tak heran, pada sebagian besar orang, masih tetap melekat stigma &#8220;<em>menulis itu sulit dan saya tidak bisa</em>&#8220;. Tanpa sadar lalu muncul kebiasaan menunda, selalu minta bantuan orang lain, kesal, atau kalaupun dilakukan, hanya karena terpaksa.</p>
<p>Tentu saja ini perlu diubah. Salah satunya dengan melatih lagi kompetensi kemampuan ini bagi segenap staf, manager, dan para professional lainnya. Pengalaman kami belasan tahun membuktikan, <em>ketrampilan menulis bukanlah bakat, melainkan betul-betul hasil proses pembelajaran</em>. Proses belajar dan berlatih inilah yang perlu dilakukan.</p>
<p>Oleh karena itu kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu dan atau staf lain di lingkungan instansi/perusahaan Bapak/Ibu mengikuti program &#8220;Pelatihan Professional Writing&#8221;, yang kami adakan pada:</p>
<ul>
<li>Hari/Tanggal<br />
Kamis - Jum&#8217;at, tanggal 18 - 19 Maret 2010</li>
<li>Jam : 09.00 - 16.00 WIB</li>
<li>Biaya Pelatihan : Rp. 1.800.000,-</li>
<li>Tempat : Hotel Grand Preanger, Jl. Asia Afrika 81 Bandung</li>
<li>Peserta :<br />
Public Relations/Humas, Corporate Secretary, R &amp; D, Manager berbagai bidang, Akademisi, Peneliti, LSM, dan profesional lainnya</li>
</ul>
<p><strong><br />
SASARAN PELATIHAN</strong><br />
Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan:</p>
<ul>
<li>Mampu mengatasi berbagai hambatan dalam menulis sehingga akan lebih merasakannya sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan</li>
<li>Memiliki kemampuan dasar dalam menulis, menyunting, merangkum dan meramu dengan baik, demi kelancaran berbagai tugas penulisan atau pekerjaan di kantor</li>
<li>Memiliki kemampuan bahasa tulis yang efektif, komunikatif dan professional, terutama dalam hal pilihan kata/kalimat, alur atau sistematika dan substansi/makna.</li>
<li>Memahami efek-efek bahasa pada persepsi, opini dan etika profesi, sehingga naskah yang dihasilkan memiliki dampak yang sesuai dengan maksud/tujuan penulisan</li>
</ul>
<p><strong><br />
PESERTA YANG DIHARAPKAN </strong></p>
<ul>
<li>Humas, Public Relations, Corporate Communications, Corporate Secretary</li>
<li>Pimpinan dan staf fungsional (dari berbagai unit/divisi/bagian) yang sehari-hari bergelut dengan tugas-tugas penulisan dan laporan</li>
<li>Akademisi, peneliti,dan para intelektual dari berbagai bidang</li>
</ul>
<p><strong><br />
TOPIK BAHASAN </strong></p>
<p><strong>1. Mengatasi Hambatan Menulis<br />
</strong>· Sumber-sumber hambatan<br />
· Cara mengatasi hambatan<br />
· Menulis Obyektif dan Menulis Subyektif<br />
· Efek-efek menulis pada pengembangan diri, dan kemampuan-kemampuan lainnya</p>
<p><strong>2. Aplikasi Mind Mapping Pada Proses Penulisan<br />
</strong>· Konsep &amp; Aplikasi Pemetaan Pikiran<br />
· Bentuk-Bentuk Pemetaan Pikiran<br />
· Teknik Dasar Penulisan Mind Mapping<br />
· Aplikasi Praktis Dalam Menyusun Alur Tulisan</p>
<p><strong>3. Professional Writing Style<br />
</strong>· Elements (unsur-unsur penting)<br />
· Compositions (sistematika)<br />
· Grammar (tata bahasa)<br />
· Retorika, logika dan etika<br />
· Kode Etik &amp; HAKI</p>
<p><strong>4. Professional Editing<br />
</strong>· Mechanical editing (penyuntingan teknis)<br />
· Substantive editing (penyuntingan isi &amp; ide)</p>
<p><strong><br />
TIM  PEMATERI </strong></p>
<p><strong><em>1. BAMBANG TRIM</em></strong><br />
<img src="http://keynotespeaker-indonesia.com/images/bambangtrim.jpeg" align="left" />Penulis lebih dari 60 judul buku dan editor buku-buku best seller, Ketua Forum Editor Indonesia, pendiri Detik@-Integrated Publishing Service, dan konsultan di beberapa penerbit. Ia dijuluki sebagai master editologi dan publishing science yang merupakan ilmu langka di Indonesia.</p>
<p>Tulisannya tersebar di berbagai media massa, seperti Kompas, Mitra Desa, Hikmah, Hoplaa, Republika, Pikiran Rakyat, Matabaca, Medan Bisnis, dan Galamedia. Ia pernah meraih Juara I Lomba Penulisan Buku Cerita Keagamaan Depag RI pada 2002, jadi Juara I Lomba Penulisan Artikel Perbukuan 50 Tahun IKAPI, dan banyak lagi prestasi lainnya.</p>
<p>Dalam jagad penulisan, nama Bambang Trim sudah tidak asing lagi. Bambang telah berkubang dengan pengalaman penulisan, editing, dan publishing. Dari tangan dingin Bambang, lahir racikan buku-buku bestseller, seperti Aa Gym Apa Adanya, Setengah Kosong Setengah Isi, dan The True Power of Watter, yang telah terjual lebih dari 50.000 eksemplar dalam waktu kurang dari setahun.<br />
<strong><em>2. HERNOWO</em></strong><br />
<img src="http://keynotespeaker-indonesia.com/images/hernowo.jpg" align="left" height="120" width="100" /> Tak ada penulis yang tidak mengenal Hernowo, penulis dan editor handal Indonesia. Lewat bukunya yang sangat terkenal, &#8220;Mengikat Makna&#8221;, lulusan Teknik Industri ITB, CEO dari Mizan Learning Center ini telah mengompori dan menginspirasi ribuan penulis. Prestasinya mencengangkan. Hanya dalam kurun waktu yang sangat pendek, empat tahun (2001-2005) telah 28 buku ditulisnya. Padahal ia baru memulainya pada usia tua, 44 tahun.</p>
<p>Buku-buku bestseller-nya, antara lain, Mengikat Makna, Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza, Quantum Reading, Quantum Writing, Bu Slim dan Pak Bil: Kisah tentang Kiprah Guru &#8220;Multiple Intelligences&#8221; di Sekolah, dan Menjadi Guru yang Mau dan Mampu Mengajar secara Menyenangkan.</p>
<p>&#8220;<em>Mas Hernowo telah menjadikan teks bukan sebagai lautan huruf mati-yang susah digauli dan diterjuni-tetapi sebagai bagian dari keakraban hidup sehari-hari.</em>&#8221;<br />
&#8212;&#8211;SINDHUNATA, Pemimpin Majalah Basis</p>
<p><em><strong>3.   ELVINARO ARDIANTO</strong></em><br />
<img src="http://www.unpad.ac.id/files/data/2009/03/elvinaro.jpg" alt="elvinaro" align="left" height="120" width="100" />Pekerjaan    : Dosen, Instruktur, Konsultan, Peneliti</p>
<p><strong>Pengalaman Kerja</strong></p>
<ul>
<li>Direktur HaQiQi Public Relations (Training, Research and Consultan),<br />
2000 - sekarang</li>
<li>Dosen Tetap Jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat Fikom Unpad, 1989-sekarang</li>
<li>Redaksi Harian Ekonomi Bisnis Indonesia, Jakarta, 1986-1989</li>
<li>Ketua Jurusan Ilmu Humas Fikom Unpad, 1999-2002</li>
<li>Dosen Luar Biasa/Widyaswara LAN-Jabar, Sukapen, Susdanrem, Pendidikan Reguler Sekoad dan Seko TNI, sejak 2000-sekarang</li>
<li>Dosen Program S1 Ekstensi Fikom Unpad, Fakultas Dakwah IAIN Sunan Gunung Djati, Jurusan Komunikasi Universitas Pasundan-Bandung, 2000-sekarang. Dosen Pascasarjana Program Studi Komunikasi di Unpad, 2004-sekarang</li>
<li>Direktur Penelitian Center for Communication Strategy Studies (CCSS) - Bandung, 2004-2006</li>
<li>Wakil Ketua Program Magister Public Relations (M-PR) Pascasarjana Fikom Unpad (2006-2007)</li>
</ul>
<p><strong>Pengalaman Lainnya:</strong></p>
<ul>
<li>Speaker for Public Relations at National University of Singapore (2006),  Singapore</li>
<li>Public Relations Association (IPRA) Regional Confrerence (2007), Nusa dua bali</li>
<li>International Conference PR &amp; Communications, Jakarta 28-29 November 2007,</li>
</ul>
<p><strong>Penulisan Buku:</strong></p>
<ol>
<li>Filsafat Ilmu Komunikasi Penerbit Simbiosa Rekatama Media, 2007</li>
<li>Public Relations Suatu Pendekatan Praktis Penerbit Pustaka Bani Quraisy, 2004</li>
<li>Komunikasi Massa: Suatu Pengantar Penerbit Simbiosa Rekatama Media, 2004</li>
<li>Dasar-Dasar Public Relations Penerbit Rosdakarya, 2002</li>
<li>Editor Buku Buruh, Politik dan Max Havelaar yang ditulis oleh Soeganda Priyatna, Penerbit PPKP-Bandung, 2002</li>
<li>Modul Universitas Terbuka, Komunikasi Organisasional, 1999.</li>
</ol>
<p><strong>Aktivitas Organisasi:</strong></p>
<ol>
<li>Pengurus Pusat Perhumas Indonesia, Ketua Bidang Pengembangan BPC,  2007-2010.</li>
<li>Ketua I Perhumas Indonesia, 2003-2006</li>
<li>Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jaya, 1988-1989, dan PWI Jawa Barat (1989-1995)</li>
<li>Pemimpin Redaksi Warta Lemlit Unpad (2000-sekarang)</li>
<li>Jurnal Public Relations, Kerjasama Jurusan Ilmu Humas dan Perhumas BPC Bandung, 2002-sekarang</li>
</ol>
<p><strong>Penghargaan: </strong><br />
1.    Satyalancana Dwidya Sistha dari Panglima TNI (2004);<br />
2.    Satyalancana Karya Sapta 10 Tahun dari Presiden Republik Indonesia (2004).<br />
<em><strong>4.  RANA AKBARI FITRIAWAN</strong></em></p>
<p>Pendidikan terakhir, Magister Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran</p>
<p><strong>Penghargaan:</strong></p>
<ul>
<li>Juara Pertama Anugerah Adiwarta Sampoerna 2006 untuk Kategori Hard News Ekonomi/Bisnis</li>
</ul>
<p><strong>Pengalaman Bidang Penulisan:   </strong></p>
<ul>
<li>Jurnalis Tempo (2004-sekarang)</li>
<li>Koresponden untuk Radio CVC Australia (2005-Sekarang)</li>
<li>Redaktur Pelaksana di harian Bandung Bisnis Bandung (Maret-Agustus 2000)</li>
<li>Dosen Luar Biasa di Jurusan Jurnalistik Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Bandung (2004-sekarang)</li>
<li>Koordinator Liputan di Suplemen Bewara harian Surabaya Post Perwakilan Jawa Barat (November 2000-Mei 2002)</li>
<li>Jurnalis di harian Metro Bandung (2003-2004)</li>
<li>Menulis artikel dan cerita pendek di beberapa majalah dan tabloid nasional<br />
(1995-sekarang).</li>
</ul>
<p><strong><strong><br />
BIAYA PELATIHAN</strong><br />
</strong>Investasi pelatihan ini : <strong>Rp. 1.800.000</strong>,- per peserta.<br />
Fasilitas: modul, sertifikat, coffee break &amp; lunch<br />
Catt: biaya tidak termasuk biaya penginapan</p>
<p><strong>Pendaftaran, </strong><a href="http://keynotespeaker-indonesia.com/admin/daftar.php"><strong>Klik Disini!</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keynotespeaker-indonesia.com/blog/pelatihan-effective-professional-writing/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Dokumentasi &#38; Presentasi Citra Audio Visual</title>
		<link>http://keynotespeaker-indonesia.com/blog/workshop-dokumentasi-presentasi-citra-audio-visual/</link>
		<comments>http://keynotespeaker-indonesia.com/blog/workshop-dokumentasi-presentasi-citra-audio-visual/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 15:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[workshop dokumentasi]]></category>

		<category><![CDATA[workshop presentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keynotespeaker-indonesia.com/blog/2008/06/11/workshop-dokumentasi-presentasi-citra-audio-visual/</guid>
		<description><![CDATA[Teknik-Teknik Memproduksi Dokumen Audio Visual
(Company Profile – Video Presentation – Video Instruction – dll)
Hotel Grand Preanger, Jl. Asia Afrika 81 Bandung, 24 - 25 Februari 2010


TUJUAN
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan:

Menguasai teknik-teknik pembuatan dokumentasi &#38; presentasi audio visual khususnya company profile.
Menguasai dengan baik teknik pendokumentasian berbagai kegiatan dengan media audio visual


Menguasai pengolahan materi mentah hasil dokumentasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teknik-Teknik Memproduksi Dokumen Audio Visual<br />
<em>(Company Profile – Video Presentation – Video Instruction – dll)</em><br />
Hotel Grand Preanger, Jl. Asia Afrika 81 Bandung, 24 - 25 Februari 2010</p>
<p><strong><br />
</strong><strong><img src="http://keynotespeaker-indonesia.com/images/cav.jpg" align="middle" height="250" width="300" /><br />
TUJUAN</strong></p>
<p>Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan:</p>
<ul>
<li>Menguasai teknik-teknik pembuatan dokumentasi &amp; presentasi audio visual khususnya company profile.</li>
<li>Menguasai dengan baik teknik pendokumentasian berbagai kegiatan dengan media audio visual</li>
</ul>
<ul>
<li>Menguasai pengolahan materi mentah hasil dokumentasi audio visual menjadi produk atau laporan audio visual yang baik dan menarik,</li>
</ul>
<p><strong><br />
KISI-KISI MATERI</strong></p>
<p><strong>1. Proses Pra-Produksi<br />
</strong><br />
· Penulisan konsep<br />
· Penulisan skenario/storyboard<br />
· Perencanaan produksi<br />
· Manajemen produksi</p>
<p><strong>2. Proses Produksi</strong></p>
<p>· Teknik Kamera<br />
· Teknik Pengambilan Gambar<br />
· Directing &amp; Artistik<br />
. Praktek Produksi</p>
<p><strong>3. Proses Pasca Produksi<br />
</strong><br />
· Teknik Editing<br />
· Finishing &amp; Packing<br />
· Praktek Editing</p>
<p><strong>PESERTA</strong><br />
<img src="http://keynotespeaker-indonesia.com/images/cav3.jpg" align="left" height="200" width="150" />Workshop ini terbuka untuk umum, dari berbagai latar belakang profesi dan disiplin ilmu. Lebih khususnya:</p>
<p>Humas, Public Relations, Corporate Communications, Corporate Secretary</p>
<p>Pimpinan, Manager dan staf fungsional (dari berbagai unit/divisi/bagian) yang sehari-hari bergelut dengan tugas-tugas DOKUMENTASI dan PRESENTASI.</p>
<p>Akademisi, Peneliti, LSM, dll</p>
<p><strong><br />
INVESTASI</strong><br />
Investasi workshop ini sebesar Rp. 2.900.000 per- peserta<br />
· biaya sudah termasuk modul, sertifikat, coffee break &amp; lunch<br />
· biaya tidak termasuk biaya penginapan/kamar</p>
<p><strong>PERALATAN YANG DIBAWA PESERTA</strong><br />
Setiap peserta wajib membawa kamera atau handycam. Bagi yang tidak bisa membawa, mohon konfirmasikan dengan panitia.</p>
<h1>TIM PEMANDU</h1>
<p>Workshop ini akan dipandu oleh pemateri berpengalaman dibidangnya.</p>
<p><strong>1. ASKURIFAI BAKSIN</strong></p>
<p>Pendidikan Terakhir, Magister Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.</p>
<p><strong>Pekerjaan :</strong></p>
<ul>
<li>Humas PT Inti</li>
<li>Direktur Access Productions House</li>
<li>Kepala Humas Unisba</li>
<li>Kepala Lab. Audio Visual Fikom Unisba</li>
</ul>
<p><strong>Pengalaman Kreatif Audio Visual:</strong></p>
<ul>
<li>Membuat TV Kabel Argo Gede “Sepur Channel”</li>
<li>Membuat TV Kampus Unisba “Trivision”</li>
<li>Mendirikan PH Access</li>
<li>Mendirikan Stufvi (School of Film &amp; Television)</li>
<li>Membuat TV Commercial Adiba</li>
<li>Membuat Sinetron Petualangan Pencinta Alam</li>
<li>Membuat VCD Tutorial “The Secret of Filmmaker”</li>
<li>Videografer</li>
</ul>
<p><strong>Menulis Buku Audio Visual, antara lain:</strong></p>
<ul>
<li>Membuat Film Indie Itu Gampang, (2003)</li>
<li>Jurnalistik Televisi (Teori &amp; Praktik), (2006)</li>
<li>Videografi (2007)</li>
</ul>
<p><strong>2. AGUS HAKIM (Agus Doel Hakim)<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Penata Artistik Sinetron ”Warisan” RCTI (1992)</li>
<li>Penata Artistik Sinetron ”Jalur Putih” INDOSIAR (1995)</li>
<li>Ass. Sutradara Sinetron Dokumenter ”Minah dan Tukang Daging”<br />
TVRI Jakarta (1996)</li>
<li>Ass. Sutradara Sinetron ”Dua Pilar” SCTV (1997)</li>
<li>Penulis Skenario &amp; Sutradara “Ramadhan Cahaya Hati” ANTV (1998)</li>
<li>Penulis Skenario &amp; Sutradara Iklan Layanan Hutan Produksi WALHI (2000)</li>
<li>Co. Sutradara Iklan Aladina Capsul (2001)</li>
<li>Aktor Sinetron Krikil-krikil Keadilan, TVRI Jakarta (2001)</li>
<li>Penulis Skenario &amp; Sutradara Sinetron ”Keluarga Sakinah”<br />
Produksi DEPAG (2002)</li>
<li>Penulis Skenario &amp; Sutradara Sinetron ”Semua Milik-Nya” Produksi<br />
MQTV (2003) SCTV</li>
<li>Sutradara Video Klip ”Rumahku Syurgaku” MQ Production</li>
<li>Sinetron ”Kiram” dan ”Kisah-kisah Teladan” (Trans TV)</li>
<li>Sebagai Sutradara &amp; Produser ; Reality Show, Talk Show, Variety Show.</li>
</ul>
<p><strong>3.  AJI HERMAWAN</strong></p>
<ul>
<li>Editor Company Profile “Partai Demokrat”</li>
<li>Editor Company Profile &#8220;Bandung Cikapundung&#8221;</li>
<li>Editor Company Profile “White Horse”</li>
<li>EditorVideo Clip “Liby Band”</li>
<li>Editor di Production House “Choleg Prod” Bandung</li>
<li>Editor Company Profile SD Moh. Toha</li>
<li>Editor Company Profile “Soreang Residence”</li>
<li>Editor Di Film “Ngenah Jadi Nu Gelo” Pemenang Festival Film Indie</li>
<li>Editor Film Indie ”Teu Nyaho”</li>
<li>Editor Dongeng Musikal</li>
</ul>
<p><strong>Pendaftaran, </strong><a href="http://keynotespeaker-indonesia.com/admin/daftar.php"><strong>Klik Disini!</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keynotespeaker-indonesia.com/blog/workshop-dokumentasi-presentasi-citra-audio-visual/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Portofolio</title>
		<link>http://keynotespeaker-indonesia.com/portofolio/</link>
		<comments>http://keynotespeaker-indonesia.com/portofolio/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 23:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keynotespeaker-indonesia.com/portofolio/</guid>
		<description><![CDATA[Instansi Pemerintah, Lembaga Negara, BUMN/D dan Perusahaan Swasta yang pernah mengirimkan para Profesionalnya mengikuti Pelatihan / Workshop yang kami selenggarakan, diantaranya :

Biro Perencanaan, Depnakertrans RI
Ditjen P4T, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI
Pusat Data &#38; Informasi Ketenagakerjaan (Balitfo) Pusdatinaker, Depnakertrans RI
Ditjen Pengolahan Lahan &#38; Air (PLA), Departemen Pertanian RI
Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi, Ditjen. Perkebunan, Dep. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Instansi Pemerintah, Lembaga Negara, BUMN/D dan Perusahaan Swasta yang pernah mengirimkan para Profesionalnya mengikuti Pelatihan / Workshop yang kami selenggarakan, diantaranya :</p>
<ul>
<li>Biro Perencanaan, Depnakertrans RI</li>
<li>Ditjen P4T, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI</li>
<li>Pusat Data &amp; Informasi Ketenagakerjaan (Balitfo) Pusdatinaker, Depnakertrans RI</li>
<li>Ditjen Pengolahan Lahan &amp; Air (PLA), Departemen Pertanian RI</li>
<li>Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi, Ditjen. Perkebunan, Dep. Pertanian RI</li>
<li>Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Dep. Pertanian RI</li>
<li>Badan Pengawas Pasar Modal &amp; Lembaga Keuangan (Bapepam &amp; LK) Departemen Keuangan RI</li>
<li>Sekretariat Ditjen Kekayaan Negara, Departemen Keuangan RI</li>
<li>Ditjen Perikanan Tangkap, Dep. Kelautan &amp; Perikanan RI</li>
<li>Ditjen P2SDKP, Dep. Kelautan Perikanan RI</li>
<li>Pusat Pelatihan Kelautan &amp; Perikanan, Dep. Kelautan Perikanan RI</li>
<li>Pusat Riset Teknologi Kelautan, Badan Riset Kelautan &amp; Perikanan, Dep. Kelautan Perikanan RI</li>
<li>Direktorat Penataan Bangunan &amp; Lingkungan, Cipta Karya, Dep. PU RI</li>
<li>Direktorat Bangkim Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum RI</li>
<li>Sekjen, Bag. Humas, Puskom, Dep. Pekerjaan Umum RI</li>
<li>Puslitbang Jalan dan Jembatan, Balitbang, Departemen Pekerjaan Umum RI</li>
<li>Dep. Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) RI</li>
<li>Inspektorat Jenderal, Dep. Komunikasi &amp; Informatika RI</li>
<li>Departemen Perdagangan RI</li>
<li>Ditjen Kerjasama Perdagangan Internasional, Dep. Perdagangan RI</li>
<li>Direktorat (PTK-PNF), Ditjen PMPTK, Depdiknas RI</li>
<li>Pusat Perbukuan, Dep. Pendidikan Nasional RI</li>
<li>PPPPTK (P4TK) IPA, Depdiknas RI</li>
<li>Departemen Luar Negeri RI</li>
<li>Ditjen Administrasi Hukum Umum, Dep. Hukum &amp; HAM RI</li>
<li>Ditjen Pemasaran, Dep. Kebudayaan dan Pariwisata RI</li>
<li>Setditjen BPK - Dep. Kehutanan RI</li>
<li>Departemen Kesehatan RI</li>
<li>Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI</li>
<li>Biro Perencanaan, Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral RI</li>
<li>Direktorat Kimia Bahan Bangunan, Dep. Perindustrian RI</li>
<li>Ditjen Perhubungan Laut, Dep. Perhubungan RI</li>
<li>Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian</li>
<li>Inspektorat Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI</li>
<li>Komisi Hukum Nasional</li>
<li>PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kantor Pusat</li>
<li>Biro Perencanaan Ortala, BAPPENAS</li>
<li>PT. Bank Mega, Tbk Jakarta</li>
<li>Lembaga Sandi Negara (LEMSANEG)</li>
<li>PT. Bank Mega Syariah Jakarta</li>
<li>BAKOSURTANAL</li>
<li>PT. BPD Sumatera Barat</li>
<li>BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional)</li>
<li>PT. Bank Sulawesi Utara, Kantor Pusat - Manado</li>
<li>Arsip Nasional RI</li>
<li>PT. Pertamina Tongkang</li>
<li>Badan Standardisasi Nasional (BSN)</li>
<li>PT. Pertamina Geothermal Energy</li>
<li>Deputi IV Lembaga Administrasi Negara - LAN RI</li>
<li>PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk</li>
<li>Kantor Regional III BKN Bandung</li>
<li>PT. Jamsostek (Persero) Kantor Pusat</li>
<li>Puslit Bioteknologi, BKKH Indonesia – LIPI</li>
<li>PT. ASKES (Persero) Kantor Pusat &amp; Regional IV DKI</li>
<li>UPT Balai Teknologi Informasi - LIPI Bandung</li>
<li>PT. TASPEN (Persero) Kantor Pusat</li>
<li>Litbang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI</li>
<li>PT. PLN (Persero) Kantor Pusat</li>
<li>BPK - RI Perwakilan Prop. Sumatera Utara</li>
<li>PT. PLN (Persero) Wil. NAD</li>
<li>Pusdiklatwas BPKP</li>
<li>PT. PLN (Persero) Pikitring (SUAR) Sumut, Aceh &amp; Riau</li>
<li>Badan Narkotika Propinsi DKI Jakarta</li>
<li>PT. PLN Batam</li>
<li>Badan Narkotika Propinsi Bangka Belitung</li>
<li>PT. Perkebunan Nusantara VII (Persero) Bandar Lampung</li>
<li>DPSHM Bank Indonesia – Jakarta</li>
<li>PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Semarang</li>
<li>Bank Indonesia Lhokseumawe – Aceh</li>
<li>PT. Bio Farma (Persero) Bandung</li>
<li>Bank Indonesia Sibolga – Medan</li>
<li>PT. Pelindo III (Persero) Surabaya</li>
<li>Bank Indonesia – Bandung</li>
<li>PT. Pupuk Iskandar Muda</li>
<li>Bank Indonesia – Denpasar</li>
<li>PT. Pupuk Sriwidjaja (Kantor Pusat)</li>
<li>Bank Indonesia – Kendari</li>
<li>PT. Rajawali Nusantara Indonesia RNI (Persero)</li>
<li>Perum Pegadaian, Kantor Pusat</li>
<li>Universitas Negeri Padang (UNP)</li>
<li>ITT Telkom – Bandung</li>
<li>TNC (The Nature Conservancy)</li>
<li>SEAMEO BIOTROP</li>
<li>Badan Pengolahan Data Elektronik, Prop. Riau</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keynotespeaker-indonesia.com/portofolio/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berhentilah bermimpi!</title>
		<link>http://keynotespeaker-indonesia.com/artikel/stop-dreaming/</link>
		<comments>http://keynotespeaker-indonesia.com/artikel/stop-dreaming/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 14:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keynotespeaker-indonesia.com/artikel/stop-dreaming/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Stop Dreaming, Start Action” Itulah kira-kira yang sedang banyak dikampanyekan berbagai blog saat ini. Pencetusnya adalah Joko Susilo.
Stop dreaming? Apakah maksudnya berhentilah bermimpi? Bukankah bermimpi itu wajib, kalau kita ingin hidup di atas rata-rata? Bukankah hanya impian yang membuat diri kita kuat, bertahan, tak mudah menyerah, tak takut badai, terus bangkit lagi, walau apapun yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<a href="http://www.pustakanilna.com/stop-dreaming-start-action">Stop Dreaming, Start Action</a>” Itulah kira-kira yang sedang banyak dikampanyekan berbagai blog saat ini. Pencetusnya adalah <a rel="nofollow" href="http://jokosusilo.com">Joko Susilo</a>.</p>
<p><em>Stop dreaming</em>? Apakah maksudnya berhentilah bermimpi? Bukankah bermimpi itu wajib, kalau kita ingin hidup di atas rata-rata? Bukankah hanya impian yang membuat diri kita kuat, bertahan, tak mudah menyerah, tak takut badai, terus bangkit lagi, walau apapun yang menghalangi? Bak Alif tak izin mati…</p>
<p>Bukankah impian adalah rahasia besar yang menggerakkan perubahan di berbagai belahan dunia ini? Bukankah impian adalah syarat nomor satu yang ditulis buku-buku suci para praktisi MLM dan Network Marketing?</p>
<p>Apa sebenarnya maksud Joko Susilo dengan <strong>stop dreaming start action</strong>? Apakah tak boleh kita bermimpi? Apakah bermimpi itu buruk? Bukankah bermimpi itu gratis? Mengapa perilaku <em>dreaming </em>harus kita stop! Siapa orang yang disuruh oleh Joko untuk stop dreaming itu? Apakah saya termasuk?</p>
<p>Bukankah sebenarnya yang saya lihat justru malah sebaliknya? Betapa banyak orang malah “takut bermimpi”, mengubur impiannya, memadamkan nyala nya yang mungkin sempat sesaat menyinari jalan hidupnya. Lalu hanya karena merasa gagal, akhirnya ia membunuh impiannya, lalu menguburnya dalam-dalam. Kepada kelompok ini ‘kan gak perlu disuruh<em> stop dreaming</em> … lha wong <em>dreaming </em>nya aja nggak pernah?</p>
<p>Kalau begitu pada siapa? Saya sempat juga memperhatikan ada sekelompok orang yang <strong>dreaming </strong>terus. Mereka selalu “memberi makan” <em>dreaming </em>nya, merawat <em>dreaming</em> nya begitu rupa, sehingga <em>dreaming </em>nya makin menyala, menggelegak, menggetarkan seluruh nadi dan ototnya, mendesakkan energi yang tiara tara. Orang-orang akan melihat mereka ini ia seperti “orang gila”.</p>
<p>Mereka tampak aneh di mata kebanyakan manusia. Mereka  sering meracau sendirian, bicara begitu semangat, tak kenal lelah, lupa waktu, lupa makan, lupa istri, lupa anak …. bahkan! Yang ada dalam ruangan hidupnya adalah <em>dreaming </em>nya. Mereka terus berjalan, walau terseok-seok, bergerak terus menuju impiannya. Namun memang jumlah”orang gila” ini amat sangat sedikit. Pada umumnya mereka tergolong orang yang tak puas berada dalam zona “<em>good life</em>” (kehidupan yang baik)  … mereka terus berenang menuju “<strong>great life</strong>” (kehidupan yang luar biasa).</p>
<p>Jadi, kalau begitu … berarti ‘kan <strong><em>dreaming </em></strong>itu penting! Tanpa dreams, kita sama saja dengan manusia rata-rata, dan hidup kita pun akan biasa-biasa saja. Lantas  mengapa Joko susilo mengampanyekan <strong><em>stop dreaming</em></strong>? Sebenarnya apa makna <em>stop dreaming</em> yang dia maksud? Sebagai salah satu tokoh kunci pebisnis online ulung yang malang melintang di jagad dunia internet Indonesia ini, tentulah ia punya pandangan khusus sehingga ia bisa sampai pada sari kesimpulan yang begitu mengkristal: <strong><em>STOP DREAMING START ACTION</em></strong>!</p>
<p>Barangkali, ia melihat begitu banyak orang hanya punya impian saja, tapi tak pernah berusaha meraihnya. Banyak sekali orang punya banyak keinginan, banyak kemauan, tapi tak pernah memulai langkah pertama. Tak mau membayar harganya. Banyak orang ingin sukses, tapi takut untuk gagal. Banyak orang ingin kaya, tapi tak pernah belajar bagaimana tumbuh menjadi personal yang “kaya”. Banyak orang ingin punya tubuh ideal, tapi tak pernah konsisten merawat tubuhnya. Banyak orang ingin freedom, ingin bebas dari masalah waktu dan finansial … tapi sangat kikir untuk menginvestasikan waktu dan uangnya. Banyak ibu yang ingin punya anak yang shaleh, tapi tak pernah memberi contoh bagaimana menjadi manusia yang shaleh. Ya, banyak sekali contoh-contoh disekitar kita …. Anda pasti tahu siapa-siapa saja orang-orangnya.</p>
<p>Kalau konteks nya seperti itu, saya kira Joko Susilo ada benarnya juga. Karena itulah ia seolah menghardik, “<strong><em>START ACTION</em></strong>!” Mulailah bekerja. Mulailah ambil tindakan. Ambil keputusan. Jangan tunda lagi. Lakukan dalam tindakan nyata. Jangan ngimpi doang, lakukan aja! </p>
<p>Selengkapnya baca artikel di pustaka nilna berjudul <a href="http://www.pustakanilna.com/stop-dreaming-start-action">Stop Dreaming Start Action</a>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keynotespeaker-indonesia.com/artikel/stop-dreaming/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Kolaborasi di Era Wikinomics Saat Ini</title>
		<link>http://keynotespeaker-indonesia.com/artikel/pentingnya-kolaborasi-di-era-wikinomics-saat-ini/</link>
		<comments>http://keynotespeaker-indonesia.com/artikel/pentingnya-kolaborasi-di-era-wikinomics-saat-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 00:34:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keynotespeaker-indonesia.com/artikel/pentingnya-kolaborasi-di-era-wikinomics-saat-ini/</guid>
		<description><![CDATA[oleh Nilnaiqbal
Desember 2006 lalu, Dan Tapscott dan Anthony D. Williams meluncurkan sebuah buku yang menghebohkan dunia. Ia jadi bahan pembicaraan di ratusan seminar dan diulas berbagai media massa dunia. Buku itu berjudul Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything.
Dalam buku itu, Tapscott menyadarkan dunia bahwa di masa depan, peran institusi bisnis maupun sosial akan semakin berkurang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh <a href="http://pustakanilna.com">Nilnaiqbal</a></p>
<p>Desember 2006 lalu, Dan Tapscott dan Anthony D. Williams meluncurkan sebuah buku yang menghebohkan dunia. Ia jadi bahan pembicaraan di ratusan seminar dan diulas berbagai media massa dunia. Buku itu berjudul <em>Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything</em>.</p>
<p>Dalam buku itu, Tapscott menyadarkan dunia bahwa di masa depan, peran <em>institusi </em><a href="http://internetbisnis.us/" title="bisnis">bisnis</a> maupun sosial akan semakin berkurang dan mendapat tantangan besar dari para <em>individu</em> yang menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK).</p>
<p>Tapscott memberi contoh, bagaimana sebuah institusi bisnis bisa diselamatkan oleh sejumlah individu. Perusahaan tambang <a href="http://goldcorp.com/">GoldCorp</a> yang berbasis di Kanada, misalnya, kehilangan akal untuk menafsirkan peta potensi tambang emas yang mereka miliki sejak 1948. Litbang GoldCorp yang terdiri dari para geolog ulung, menyerah kalah ketika diminta menghitung potensi emas, maupun mencari metoda eksploitasinya.</p>
<p>Perusahaan ini nyaris bangkrut hingga pada suatu hari sang CEO mengundang rapat internal penting yang mengubah masa depan perusahaan secara drastis. Rob McEwen, sang CEO, terinspirasi oleh Linus Thorvald (pencipta sistem terbuka Linux), mengumumkan kepada seluruh ahli geologinya untuk menggali semua informasi ladang mereka sejak 1948 dan menyebarkannya secara bebas melalui Internet. <em>Tujuannya</em>: mendapatkan masukan dari ahli geologi dunia mengenai identifikasi ladang-ladang produktif dengan kompensasi imbalan menarik.</p>
<p>Ini sebuah fenomena dahsyat, karena umumnya perusahaan pertambangan mempertahankan data ladangnya secara rahasia. Tapi, McEwen beda. Ia malah membuka kesempatan kepada siapa pun di luar GoldCorp di seluruh dunia untuk menafsirkan peta itu.</p>
<p>Tidak terlalu lama, ribuan orang melalui internet memberikan masukan-masukan. Ada geolog, militer, ahli intelijen, sampai anak kecil yang memberikan ide melalui internet. Akhirnya GoldCorp selamat dari kebangkrutan. Kini, setiap satu dollar yang ditanam GoldCorp pada 1990, pada 2006 sudah menghasilkan 3000 dolar. Saham perusahaan ini pun naik.</p>
<p>Ya, McEwen sukses dengan menerapkan apa disebut sebagai <em>strategi kolaborasi</em>. Tidak hanya GoldCorp, perusahaan-perusahaan lain pun kini banyak yang mengandalkan individu maupun institusi di luar perusahaan untuk melakukan proses produksinya. Sebut saja Nestle, Protect and Gamble, Nike, Telkomsel, dan lain-lain.</p>
<p>Itu pula yang dilakukan <a href="http://www.slimdevices.com/">Slim Devices Inc.</a> yang menerapkan model <em>open organization.</em> Tak seperti perusahaan lain yang umumnya memiliki divisi riset &amp; pengembangan (R &amp; D) elite, berlimpah uang dan tertutup, perusahaan elektronik konsumer yang berbasis di Mountain View, California, ini justru menyerahkan R &amp; D-nya kepada konsumen dan masyarakat luas, bahkan dari seluruh penjuru dunia. Mereka yang berada di luar perusahaanlah yang berimajinasi sekaligus mendesain produk. Baru setelah itu, awak Slim mengombinasikan seluruh ide yang masuk untuk diproduksi dan dilemparkan ke pasar.</p>
<p>Menggunakan SlimServer software yang bisa diunduh gratis, Sean mengundang para desainer dan pengembang alat elektronik berjiwa merdeka untuk saling berdiskusi membangun peranti audio. Tak hanya berdiskusi, mereka pun dipersilakan memodifikasi sampai produk benar-benar keren menurut mereka.</p>
<p>Ternyata produknya laris manis dan dengan model bisnis seperti ini, tahun 2006 lalu Slim sanggup meraup pendapatan US$ 10 juta. Tak heran, pujian pun menghampiri. Perusahaan ini disebut mengembangkan model bisnis open source laiknya Linux, Mozilla dan Wikipedia. Bahkan, besutan Sean Adam ini disebut-sebut sebagai prototipe perusahaan masa depan sekalipun mungkin tak serevolusioner Linux yang merepotkan Windows, Mozilla yang bikin deg-degan Internet Explorer, dan Wikipedia yang telah menghancurkan Encyclopedia Britanica.</p>
<p>Ke depan, model kolaborasi inilah yang akan semakin menguat, yang oleh Tapscott disebut sebagai <em>Wikinomics,</em> sebuah istilah bagi <em>era partisipasi dan kolaborasi</em> manusia dalam dunia ekonomi dan bisnis.</p>
<p>Sekarang banyak sekali perusahaan yang menggunakan source atau sumber-sumber dari berbagai belahan dunia lain untuk membangun komunikasi global. Mereka mengundang siapa pun untuk turut menyumbangkan pemikirannya. Untuk industri misalnya, <a href="http://innocentive.com/">Innocentive.com </a>mengundang setiap pihak untuk memberikan inisiatif, dan pemecahan terhadap persoalan industri. Tentu dengan janji imbalan yang menggiurkan.</p>
<p>Di masa lampau, kata Don Tapscott dan Anthony D Williams, kolaborasi dilakukan dalam skala yang belum meluas. Hal ini terjadi dalam hubungan pertemanan, perkumpulan antaranggota keluarga, persaudaraan komunitas, dan solidaritas antarpekerja.</p>
<p>Secara perlahan, kolaborasi mulai menyentuh skala yang lebih melebar, sebab ada solidaritas atau ikatan <a href="http://keynotespeaker-indonesia.com" title="keynote speaker">kerja sama </a> yang meluas dalam lingkup kontrak sosial untuk tolong-menolong, berbagi rezeki, dan risiko. Tapscott dan Williams mengatakan pula, perkembangan akses teknologi informasi memudahkan orang membangun kolaborasi, menciptakan nilai, dan berbagi kesempatan dalam dinamika yang membaru. Hal ini memberi ruang gerak yang lebih luas kepada setiap orang ikut serta menciptakan inovasi dan aset dalam aneka sektor ekonomi. Aneka kolaborasi secara terbuka pun mulai menciptakan aneka produk yang makin bermakna dan memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi. Kolaborasi secara massal dalam bidang ekonomi inilah yang dilihat sebagai dasar pijakan dari wikinomics.</p>
<p>Kini orang membagi pengetahuan, menghitung kekuatan, dan aneka sumber daya lain untuk menciptakan barang dan jasa, yang mana setiap orang dapat menggunakan atau memodifikasinya. Misalnya, mereka membuat berita-berita televisi, memperindah musik favorit mereka, mendesain software, menemukan resep untuk mencegah dan mengobati aneka penyakit, mengedit naskah, menginventarisasi kosmetik-kosmetik baru, dan bahkan membuat sepeda motor.</p>
<p>Contoh nyata adalah Wikipedia. Situs ensiklopedi ini memungkinkan siapa saja memberikan entry data ke dalam situsnya untuk menambah isi kamus online ini asalkan sesuai ketentuan. Orang-orang yang mengurus situs ini, dalam berbagai versi, adalah orang-orang yang mungkin bukan merupakan “orang dalam” pembuat situs ini tetapi mereka yang antusias dalam menambahkan content dari kamus di dunia maya ini.</p>
<p>Artinya, dapat dikatakan, di masa mendatang, individu-individu (khususnya yang punya kemampuan teknologi informasi dan komunikasi) akan lebih banyak diundang menyelesaikan persoalan-persoalan dunia.Mereka akan dilibatkan dalam empat sharing: <em>process sharing, profit sharing, cost sharing, bahkan pain sharing</em>.</p>
<p>Tentu saja individu yang berhak ikut dalam empat sharing ini adalah individu yang tidak hanya sekadar konsumen informasi, tetapi juga mereka yang perilakunya sudah menjadi produsen informasi, atau dalam bahasa Tapscott disebut dengan<em> prosumen</em>, yaitu produsen sekaligus konsumen informasi. Mereka adalah orang-orang yang akan menjadi tulang punggung sosial ekonomi berbasis TIK.</p>
<p>Yang dibutuhkan adalah komputer, koneksi jaringan, dan pijar-pijar inisiatif dan kreativitas untuk masuk dalam ekonomi. Kolaborasi baru ini bahkan tidak hanya melayani kepentingan komersial, tetapi juga membantu masyarakat melakukan aneka kegiatan untuk kepentingan publik, seperti mencegah penyakit, memperkirakan perubahan iklim global dalam menghadapi bencana alam, gempa bumi, tanah longsor, banjir, maupun upaya menemukan planet dan bintang baru.</p>
<p>Ada 4 prinsip dasar dalam gejala wikinomics yang mutlak harus ada, dan ini merupakan fenomena internet dewasa ini, yaitu keterbukaan (<em>openness</em>), kerja sama (<em>peering</em>), berbagi (<em>sharing</em>), dan bertindak global (<em>acting globally</em>). Bila satu dari empat hal ini tidak dipenuhi, hasil yang diharapkan tidak akan tercapai.</p>
<p>Lalu, bagaimana memanfaatkan semua perkembangan itu bagi diri kita? Alkisah ada <em>Werner Mueller</em>, ahli kimia yang bekerja di <em>Hoechst Celanese</em>. Ia mencintai kimia melalui penelitian. Karena keberhasilannya di bidang itu, dia mendapatkan promosi. Setiap mendapatkan promosi, dia sedih karena pekerjaanya menjadi bersifat manajerial dan jarang meneliti. Saat pensiun ia melakukan hal yang dia cintai: penelitian dan pertukangan.</p>
<p>Suatu hari sebuah perusahaan farmasi memerlukan rancangan produk baru untuk dipasarkan. Gagasan sangat diperlukan dan perusahaan itu mem-<em>posting</em> masalahnya di <em>InnoCentive</em>. Werner berpartisipasi dan dia berhasil sehingga berhak mendapatkan imbalan US$ 25,000. Dengan cara seperti ini dia bisa hidup berkecukupan.</p>
<p>Tentu saja, Anda tidak perlu harus menjadi ahli kimia untuk bisa turut berkolabarasi. Dalam posisi apapun anda sekarang, <a href="http://internetbisnis.us/pulsa/">melalui internet ini, anda pasti bisa!</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keynotespeaker-indonesia.com/artikel/pentingnya-kolaborasi-di-era-wikinomics-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
